TANJUNGPINANG (HAKA) – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bersama empat institusi lainnya, menggelar pelatihan inovatif di Kota Tanjungpinang untuk melatih masyarakat mengidentifikasi mangrove secara digital.
Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026 melibatkan Universitas Riau, Universitas Islam Riau, Politeknik Negeri Bengkalis, dan DLHK Kepri.
Tim akademisi menggandeng Kelompok Dompak Mangrove Lestari, dan Kelompok Rimba Bakau Abadi dalam menyukseskan program pelestarian lingkungan tersebut.
Para pakar memperkenalkan aplikasi bernama PlantNet, yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengenali jenis tumbuhan melalui ponsel kepada peserta.
“Masyarakat kini bisa memanfaatkan teknologi sederhana di genggaman untuk dokumentasi mangrove secara mandiri,” ujar Henky Irawan perwakilan tim pengabdian.
Henky Irawan dari UMRAH memimpin langsung penyampaian materi teknis, mulai dari cara instalasi hingga teknik memotret objek secara presisi.

Menurutnya, pelatihan ini menekankan pentingnya detail objek gambar seperti memotret bagian spesifik daun, bunga, buah, atau batang mangrove di lapangan.
“Hal ini bertujuan agar sistem AI memberikan hasil identifikasi akurat, melalui potret langsung maupun galeri foto lama masyarakat,” ucapnya.
Tim pelaksana mengajarkan cara membaca tingkat keyakinan data pada aplikasi serta memverifikasi nama ilmiah mangrove dengan referensi botani digital.
Langkah inovatif ini bertujuan, memperkuat pengawasan ekosistem pesisir berbasis masyarakat serta memudahkan warga dalam melakukan rehabilitasi lingkungan.
Kelompok masyarakat menyambut antusias program kolaboratif ini untuk menjaga kelestarian hutan bakau di wilayah Kepulauan Riau.
Sinergi lintas kampus dan pemerintah ini meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir Kepri melalui pemanfaatan edukasi dan teknologi digital. (dim)





