TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mendukung keberlangsungan investasi hulu minyak dan gas bumi (Migas) di Natuna dan Anambas.
Ansar menyampaikan dukungan itu, saat menerima SKK Migas Sumbagut dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Tanjungpinang, Rabu (13/5/2026).
“Pemprov Kepri mendukung penuh KKKS agar tetap eksis. Kami membantu komunikasi perizinan ke kementerian agar proses lebih cepat,” ujarnya.
Ansar menyinggung hak daerah, melalui Participating Interest (PI) 10 persen. Ia berharap realisasi hak tersebut sesuai peraturan demi kemajuan Kepri.
Ansar juga menyoroti program CSR perusahaan. Ia meminta sinergi program dengan kebutuhan riil masyarakat di wilayah Natuna dan Anambas.
“Anak tempatan di Natuna dan Anambas jangan hanya jadi penonton. Mereka harus terlibat langsung dalam industri migas daerah,” tegasnya.
Ansar menilai posisi geografis Kepri sangat strategis. Kolaborasi pemerintah daerah, pusat, dan perusahaan migas harus terus kuat demi kedaulatan energi.
Perwakilan Medco E&P Natuna Ltd, Kemal Abduh, menyatakan, pihaknya berkomitmen mengebor sumur eksploitasi tahun depan guna mempertahankan produksi.
“Kami menunggu persetujuan perpanjangan kontrak. Dukungan Pemprov Kepri sangat penting agar operasional berjalan lancar,” ujar Kemal.
Harbour Energy berencana mengebor tiga sumur eksplorasi tahun 2026. Perusahaan asal Inggris ini berharap, menemukan tambahan cadangan migas baru.
Star Energy menargetkan produksi 1.000 barel per hari. Selain urusan teknis, perusahaan tetap menjalankan program pengobatan massal rutin di Anambas. (adv)





