TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad terus memacu program infrastruktur modern untuk daerah kepulauan.
Salah satunya melalui kehadiran dermaga apung HDPE di Pelabuhan Jagoh, Kabupaten Lingga beberapa waktu lalu.
“Kami mengalokasikan anggaran Rp2,73 miliar untuk membangun fasilitas itu,” ujar Ansar.
Menurutnya, dermaga tersebut menggunakan teknologi ponton HDPE yang sangat kokoh.
Infrastruktur ini memiliki jembatan penghubung sepanjang 13,5 meter.
Desain fleksibel dermaga mampu menyesuaikan gerak pasang surut air laut secara otomatis.
Ansar menjelaskan bahwa keunggulan material HDPE sangat menguntungkan daerah. Bahan ini tahan terhadap korosi air garam dan tidak mudah lapuk.
“Biaya perawatan jauh lebih rendah daripada dermaga beton atau kayu,” tambah Ansar.
Penggunaan material modern ini menjamin ketahanan bangunan lebih lama. Struktur apung ini memberikan rasa aman bagi penumpang kapal.
“Selain itu, aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan kini menjadi lebih nyaman dan lancar,” imbuhnya.
Menurutnya, pemerintah memilih teknologi ini karena proses pembangunan berlangsung cepat. Selain itu, sistem ini ramah lingkungan karena tanpa pondasi permanen dasar laut.
Hingga kini, program Ansar telah menghasilkan 19 unit dermaga apung di Kepri. Lima unit di antaranya kini melayani kebutuhan masyarakat Lingga.
“Dermaga ini menjadi tulang punggung mobilitas antar pulau,” tegas Ansar.
Adapun sebaran fasilitas ini mencakup Penuba, Benan, Senayang, Jagoh, hingga Tanjung Buton.
Kehadiran infrastruktur modern tersebut memperkuat konektivitas wilayah selatan Kepri.
“Kami optimis ekonomi masyarakat pesisir akan tumbuh lebih cepat dan merata,” tukasnya. (sih)





