Beranda Headline

Gubernur Ansar Optimis, Awal April Wisman Bisa Berkunjung Lagi ke Kepri

0
Gubernur Kepri Ansar Ahmad memimpin rapat bersama Satgas Covid-19 se Provinsi Kepri, di Rupatama Kantor Gubernur Kepri, Jumat (5/3/2021)-f/istimewa-humprohub kepri

TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemprov Kepri tengah merancang regulasi, agar para wisatawan mancanegara (wisman) dapat kembali berkunjung ke daerah wisata di Provinsi Kepri.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, hal ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi Provinsi Kepri di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu kata dia, juga untuk menjawab keinginan para pelaku pariwisata di Kepri, yang menginginkan agar pemerintah bisa memfasilitasi dibukanya kembali akses kunjungan turis mancanegara masuk ke Kepri.

“Dalam waktu dekat kita rapatkan masalah ini. Awal April mudah-mudahan sudah bisa kita realisasikan (wisman berkunjung ke Kepri,” katanya saat memimpin rapat dengan seluruh Satgas Covid-19 di kabupaten/kota secara virtual di kantor Gubernur Kepri di Dompak, Tanjungpinang, Jumat (5/3/2021).

Ansar optimis target itu dapat terealisasi. Karena kata dia, dari hasil diskusinya dengan para pelaku pariwisata serta stakeholder terkait, hal itu memungkinkan untuk dilakukan.

“Tapi dengan catatan para turis hanya masuk di kawasan wisata dan tidak berafiliasi langsung dengan masyarakat. Contohnya di Bintan Resort di Bintan dan Nongsa Point di Batam,” jelasnya.

Untuk itulah sambungnya, Pemprov Kepri akan segera menyusun regulasi tersebut, dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Di antaranya dengan pihak karantina dan pihak Dubes Singapura.

“Jika persiapan dan konsep ini sudah siap, baru kita bicarakan rencana ini kepada Menteri Pariwisata,” sebutnya.

Sebagaimana diketahui, sepanjang 2020 pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri mengalami kontraksi sebesar minus 3,80 persen, setelah pada 2019 tumbuh sebesar 4,48 persen.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Kepri, Zunadi mengatakan, kontraksi atau penurunan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri sepanjang 2020, dipengaruhi kebijakan pembatasan bepergian akibat pandemi Covid-19.

Kebijakan itu ujarnya, membuat sejumlah tempat aktivitas perekonomian seperti tempat hiburan, cafe, serta tempat karaoke yang selama ini menjadi salah satu faktor pendukung penggerak ekonomi, dari sektor pariwisata di Kepri menjadi sepi.

Hal itupun, berimbas pada turunnya tingkat kunjungan wisatawan ke Kepri sepanjang 2020.

“Kepri itukan tiga terbesar penyumbang pariwisata di Indonesia selain Bali dan Jakarta. Makanya, kita agak terkontraksi karena kondisi pariwisata kita yang kurang baik,” katanya, Senin (8/2/2021).(kar)

Loading...


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here