JAKARTA (HAKA) – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, memaparkan sejumlah program prioritas pembangunan di hadapan masyarakat Kepri se-Jabodetabek di Jakarta, Minggu (19/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ansar yang juga bersama Wagub Nyanyang, menonjolkan capaian infrastruktur, kesehatan, hingga penguatan ekonomi.
Ansar mengatakan, Pemprov Kepri saat ini sedang memacu revitalisasi Pulau Penyengat dengan total anggaran Rp96 miliar dari APBN.
Dana tersebut menyasar perbaikan jalan, drainase, hingga penyediaan air bersih melalui Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).
“Kami ingin menjadikan Penyengat magnet wisata sejarah, budaya, dan religi. Kami juga akan membangun Monumen Bahasa Nasional di Bukit Kursi,” kata Ansar.
Ia menegaskan pentingnya monumen tersebut sebagai identitas Pulau Penyengat sebagai tempat lahir Bahasa Indonesia.
Saat ini, kunjungan warga Singapura dan Malaysia ke pulau tersebut meningkat hingga 400 orang per hari, yang berdampak langsung pada ekonomi lokal.
Pada sektor kesehatan, Pemprov Kepri memperkuat layanan Rumah Singgah di Jakarta dan Batam untuk memfasilitasi warga pulau yang menjalani perawatan rujukan.
“Tahun ini kami menyekolahkan 58 dokter spesialis dan subspesialis untuk memenuhi kebutuhan layanan dasar di RSUD kabupaten/kota,” tambahnya.
Terkait perlindungan sosial, Pemerintah Provinsi telah menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 31.304 nelayan dan 9.200 petani.
Ansar memastikan tahun ini jaminan serupa juga menyasar para pengemudi ojek daring (driver online).
Ansar juga mengklaim capaian program Kepri Terang yang kini menyentuh angka elektrifikasi 99,98 persen. Targetnya, seluruh pelosok desa menikmati listrik selama 24 jam penuh.
“Kami sedang mengejar pemasangan listrik Solar Home System untuk pulau-pulau kecil yang hanya berpenghuni 15 sampai 30 kepala keluarga,” jelasnya.
Selain itu, Gubernur melanjutkan program bantuan modal bunga nol persen bagi UMKM dengan limit pinjaman Rp40 juta.
“Hingga kini, 1.872 pelaku usaha telah memanfaatkan modal tersebut untuk mengembangkan bisnis mereka,” tukasnya. (sih)





