TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Kepri Ansar Ahmad, menjelaskan bahwa 82 kawasan pesisir di Kepri, menjalani survei topografi untuk Program Kampung Nelayan Merah Putih.
Menurutnya, ​tim memerlukan survei topografi tersebut, sebagai syarat mutlak guna menyusun Detail Engineering Design (DED) bagi kawasan pesisir.
​Petugas menyebarkan 82 titik lokasi survei di Natuna, Lingga, Bintan, Anambas, Karimun, Tanjungpinang, dan Batam.
​Ansar meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota, segera menuntaskan berbagai persyaratan administrasi serta kelengkapan data pendukung.
​”Saya berharap seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menggesa percepatan pembangunan Kampung nelayan ini,” tegas Ansar.
​Pemprov Kepri juga mengusulkan tambahan 18 titik lokasi prioritas baru, untuk pembangunan kawasan tersebut.
​Gubernur akan mengajak para bupati dan wali kota bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan setelah seluruh survei lokasi rampung.
​”Saya mendorong bupati, wali kota, sekda, kepala desa, serta DKP Kepri agar mempercepat pemenuhan seluruh persyaratan yang diperlukan,” kata Ansar.
​Melalui program gagasan Kementerian Kelautan dan Perikanan ini, pemerintah akan menata kawasan pesisir secara terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.
​Menurut Ansar, penataan yang baik dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
​Sementara itu, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Luki Zaiman Prawira mengumumkan tiga lokasi di Batam telah selesai terbangun.
​Luki menambahkan bahwa satu lokasi lainnya di Kabupaten Natuna saat ini masih dalam proses pembangunan hingga Juli 2026. (sih)






