TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemerintah Provinsi Kepri, bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) membuat komitmen bersama.
Komitmen bersama ini, dalam menyiapkan ekosistem pekerja migran yang berkualitas dari hulu hingga ke hilir.
​Menteri P2MI Mukhtarudin, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Direktur Polibatam Bambang Hendrawan, serta Direktur BTP Siska Amelia Maldin menandatangani langsung kesepakatan tersebut.
Ansar mengatakan, ​penandatanganan ini menunjukkan komitmen kuat Pemprov Kepri dalam mewujudkan kepastian hukum.
“Serta penegakan hak asasi manusia, serta peningkatan kesejahteraan pekerja migran,” tegasnya.
Menurutnya, ​kerja sama ini menjadi langkah strategis, dalam membangun ekosistem pekerja migran yang profesional dan berdaya saing global.
“​Pekerja migran juga akan mendapatkan pelindungan yang optimal sebelum berangkat, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air,” paparnya.
Sementara itu, Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sinergi.
“Termasuk untuk menyiapkan ekosistem pekerja migran,” tegasnya.
​Sinergi ini melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan dalam konteks menyiapkan sumber daya calon pekerja migran yang terampil.
​Menurutnya, arah kebijakan pemerintah saat ini sejalan dengan arahan Presiden untuk meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia melalui keterampilan dan kompetensi yang baik.
​Kerja sama dengan Politeknik Negeri Batam, dan Batam Tourism Polytechnic mencakup pembentukan Migrant Center serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
“​Kolaborasi ini juga meliputi harmonisasi standar kompetensi pekerja migran,” tukasnya. (sih)





