BINTAN (HAKA) – Program transportasi sekolah gratis, bagi pelajar di wilayah Kabupaten Bintan telah beroperasi sejak Senin (5/1/2026).
“Program ini telah melalui proses seleksi penyedia jasa di sistem e-katalog,” ucap Kadis Perhubungan (Kadishub) Bintan, Insan Amin, kemarin.
Armadanya meliputi transportasi darat dan laut, untuk mengantar dan menjemput anak-anak sekolah baik SMP, maupun SMA di semua wilayah Bintan.
“Transparansi sekolah gratis ini sangat membantu orang tua siswa di Bintan,” tuturnya.
Insan menyebutkan ada 42 unit bus sekolah, dan 5 unit mobil cadangan, untuk antisipasi jika ada kendaraan yang mengalami kerusakan.
Kemudian, kata Insan, ada 22 unit pompong untuk melayani pelajar antarpulau di 10 kecamatan se-Bintan.
“Termasuk siswa yang ada di daerah 3T seperti Tambelan dan Bintan Pesisir,” tuturnya.
Insan menegaskan, program ini tetap akan memprioritaskan siswa SD dan SMP, yang menjadi kewenangan kabupaten.
Namun, pelajar SMA juga boleh memakai fasilitas transportasi sekolah gratis tersebut, sepanjang kapasitas muatan masih bisa.
“Kapasitas maksimal 35 siswa per bus. Dan penumpang pompong disesuaikan dengan standar keamanan,” tambahnya.
Mengenai standar keselamatan ini adalah prioritas utama untuk antar jemput anak sekolah.
Ia mengklaim, pihaknya telah melakukan pengecekan kelayakan kendaraan secata berkala seperti rem dan ban bus.
Untuk transportasi laut, pemilik pompong wajib melengkapi perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung (life jacket).
“Kami juga membuka diri terhadap masukan dan evaluasi dari elemen masyarakat demi perbaikan program ini ke depannya,” tutupnya. (rul)





