TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mendorong penerapan kawasan FTZ secara menyeluruh di Kabupaten Bintan dan Karimun.
Ansar menegaskan, banyak investor yang masih mengalami kendala regulasi saat akan menanamkan modal.
“Maka dari itu, kita juga berupaya memberikan kepastian hukum dan kemudahan bagi investor,” ujarnya, kepada hariankepri.com, kemarin.
Ia mengaku sudah mengusulkan kendala ini ke Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
“Rencananya nanti akan bersurat ke Presiden,” terangnya.
Ia juga akan mengadakan pertemuan dengan Menteri Keuangan untuk membahas masalah ini.
“Kita harus menjelaskan beberapa pendapatan negara yang telah hilang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ansar meyakini penerapan kawasan FTZ secara menyeluruh akan memberikan efek ganda.
“Pastinya akan berdampak lebih besar bagi perekonomian,” sebutnya.
Ansar memperkuat dorongan ini melalui promosi investasi BBK (Batam, Bintan, Karimun) beberapa waktu lalu di Singapura.
“Para pengusaha meminta agar FTZ di Bintan dan Karimun diterapkan secara menyeluruh,” katanya.
Ansar yakin penerapan, FTZ penuh akan meningkatkan antusiasme pelaku usaha menanamkan modal di Kepri.
“Kalau sudah menyeluruh, pasti akan ramai investor datang,” tutupnya. (dim)





