BATAM (HAKA) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Bank Indonesia menggelar Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026 di K Square Batam, Kamis (17/9/2026) lalu.
​Penyelenggaraan kegiatan bertujuan, menguatkan warisan budaya Melayu sekaligus memacu transformasi ekonomi daerah yang inklusif, serta berkelanjutan secara konsisten.
​”Posisi geografis Kepri sangat strategis di Selat Malaka. Wilayah kita terdiri dari 2.028 pulau,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni.
​Lautan yang mendominasi wilayah Kepri, menjadi modal penting menggerakkan industri, perdagangan, dan pariwisata internasional Kepulauan Riau.
​”Pengembangan UMKM tidak boleh berhenti pada jumlah pelaku usaha. Kita harus meningkatkan produktivitas, kualitas, dan akses pasar,” tegas Misni.
​
Rangkaian acara tidak sekadar ajang pameran produk, tetapi juga menghadirkan Export Coaching Program serta business matching bagi peserta.
​Langkah pelatihan tersebut membuka jalan bagi produk kerajinan tenun, tudung manto, dan kuliner khas lokal untuk menembus pasar ekspor.
​”Warisan intelektual masyarakat mampu mendongkrak daya saing daerah,” tutur Misni.
​Pemprov Kepri dan Bank Indonesia terus mengimbau masyarakat untuk memperluas transaksi digital dengan memanfaatkan fitur QRIS Antarnegara secara aktif.
​”Kami berharap sinergi ini membawa UMKM Kepri makin naik kelas,” pungkas Misni. (sha)




