TANJUNGPINANG (HAKA) — Dentuman gasing menggema di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang. Jumat (12/9/2025). Sebanyak 20 tim dari berbagai daerah ikut ambil bagian dalam Lomba Gasing yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan Penyengat Heritage Fest 2025.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Hasan menyebut, perlombaan ini bukan sekadar adu ketangkasan, tetapi juga menjadi cara untuk melestarikan sekaligus mengenalkan kebudayaan Melayu kepada masyarakat luas.
“Lomba gasing ini permainan tradisional. Ini tentunya akan menjadi daya tarik bagi wisatawan,” ujarnya saat membuka perlombaan tersebut.
Hasan menegaskan, Dispar Kepri sengaja melibatkan banyak pihak, terutama masyarakat setempat, karena pariwisata tidak bisa dikerjakan sendiri.
“Pariwisata ini adalah pekerjaan kolaboratif,” ucapnya.
Melihat antusiasme peserta yang tinggi, Hasan memastikan lomba gasing akan kembali digelar tahun depan, bahkan dengan skala yang lebih besar.
“Ini tidak akan berhenti. Ke depan akan dikemas menjadi lebih besar, berskala internasional,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Kasi Pemasaran Regional Sumatra 1 Kementerian Pariwisata, Rina Irawati, yang hadir langsung di lokasi. Ia berharap kegiatan ini bisa digelar secara konsisten setiap tahun.
“Saya melihat ini dapat memperkenalkan pariwisata di Kepri, baik secara domestik maupun internasional,” tuturnya.
Ketua Panitia Lomba, Iskandar, menambahkan peserta lomba datang dari berbagai kabupaten/kota di Kepri, serta dari luar daerah seperti Jambi dan Riau, bahkan ada satu tim dari Singapura.
“Ini menunjukkan semangat untuk menjaga budaya sekaligus memperkuat hubungan antardaerah dan negara,” ujarnya.(kar)





