TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemprov Kepri menyoroti rencana mundurnya Garuda Indonesia, dari Bandara RHF Tanjungpinang pada Februari 2026 mendatang.
Kadispar Kepri, Hasan, menilai keputusan ini akan mempersulit akses wisatawan menuju Ibu Kota Provinsi Kepri.
Ia menganggap Garuda Indonesia sebagai barometer performa daerah, bukan sekadar alat transportasi udara biasa.
“Hengkangnya Garuda berdampak pada pariwisata. Investor biasanya menggunakan layanan mereka,” ujar Hasan kepada hariankepri.com, kemarin.
Pemprov Kepri segera menyiapkan solusi, cepat guna menjaga konektivitas udara agar tetap berjalan normal.
Hasan memastikan Citilink akan melayani rute Jakarta-Tanjungpinang setiap hari sebagai pengganti peran utama.
“Kami mengusulkan penambahan jadwal terbang kepada maskapai lain sebagai langkah antisipasi tambahan,” tuturnya.
Strategi ini bertujuan mendukung mobilitas tamu selama agenda besar berlangsung di Kota Tanjungpinang.
“Tanjungpinang memiliki agenda pariwisata internasional pada April dan November 2026 mendatang,” jelasnya.
Hasan merasa heran atas rencana penghentian operasional ini mengingat potensi bisnis yang ada.
Secara bisnis, ia mengklaim Garuda Indonesia mencatatkan performa positif di Bandara RHF Tanjungpinang.
“Keterisian penumpang stabil sebesar 70 persen dengan total 310 orang pulang-pergi setiap hari.”
Kata Hasa, Gubernur Kepri juga telah mengirim surat resmi agar manajemen Garuda mempertimbangkan kembali rencana tersebut.
“Kami berharap mereka tetap beroperasi karena tingkat okupansi sudah sangat mencukupi kebutuhan bisnis,” tutupnya. (dim)





