TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemprov Kepri mulai serius membidik pasar wisatawan asal Jawa Timur, khususnya Surabaya.
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kepri, Hasan menyebut, potensi pasar yang besar menjadi alasan utama langkah agresif Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri menggarap wilayah ini.
“Jumlah wisatawan dari Surabaya terbang ke Singapura jauh lebih besar dibanding penerbangan ke Batam,” katanya kepada hariankepri.com, Sabtu (4/10/2025).
Kata Hasan, dari data penerbangan, rata-rata 1.000–1.500 warga Jawa Timur melakukan perjalanan dari Surabaya ke Singapura setiap bulan.
Sementara itu, penerbangan Surabaya–Batam hanya mencatat sekitar 600 penumpang per bulan. Atas kondisi itu, ia menilai Pasar Jawa Timur sangat potensial.
Hasan melanjutkan, Dispar Kepri juga telah mempromosikan secara langsung potensi pariwisata Kepri ke masyarakat Surabaya.
Termasuk juga melalui Kepri Tourism Expo dalam Even Jatim Expo 2025, di Grand City Exhibition Hall Surabaya, pada 1–5 Oktober.
“Kegiatan ini menjadi bagian kerja sama antara Gubernur Kepri dan Gubernur Jawa Timur,” jelasnya.
Dia menerangkan, dalam pameran itu, Dispar Kepri menggandeng pelaku industri wisata, biro perjalanan, hotel, resort, dan pelaku ekonomi kreatif.
“Mereka mempromosikan beragam paket wisata, destinasi unggulan, dan agenda event budaya, kuliner, serta olahraga yang tersebar di seluruh Kepri,” sebutnya.
Hasan menegaskan, kunci pengembangan pariwisata Kepri adalah memperpanjang masa tinggal wisatawan.
Untuk mencapai hal itu, Dispar telah menyusun strategi dengan menggabungkan event olahraga, kuliner, dan budaya.
“Kunci utamanya ada di experience dan connectivity. Kita harus menjual paket lengkap, bukan sekadar satu event,” sebutnya.(kar)





