TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Tanjungpinang, membekali petugas layanan dengan kemampuan bahasa isyarat Bisindo.
“Langkah ini mempermudah pelayanan bagi tuna rungu, agar mereka dapat menikmati literasi secara nyaman,” ucap Kepala DPK Tanjungpinang, Meitya Yulianty.
Ia mengatakan, pihaknya menggandeng SLB Mutiara, untuk memberi pelatihan, agar petugas bisa berkomunikasi langsung dengan pengunjung tanpa bantuan pendamping.
“Pelayanan tidak akan optimal tanpa bahasa isyarat. Kami ingin menyambut mereka secara setara,” ujar Meitya.
Tiga pengajar SLB Mutiara membekali petugas dasar komunikasi, mulai pengenalan abjad hingga simulasi pelayanan perpustakaan.
Meitya menambahkan, selama ini pengunjung disabilitas sering membawa pendamping karena keterbatasan komunikasi di meja layanan.
“Ini meningkatkan standar pelayanan kami sekaligus mendorong literasi bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa pengecualian,” tambahnya.
Kabid Pelayanan Perpustakaan, Sony Andriana Kusuma, menambahkan, bahwa kolaborasi ini sebagai upaya memperkuat SDM perpustakaan yang lebih inklusif.
Ia bersyukur, karena para petugas mampu menyerap materi praktik komunikasi dengan cepat selama sesi berlangsung.
“Petugas kami sudah mulai memahami praktiknya,” pungkasnya. (sih)





