TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Kepri memastikan, tim pengawas akan mengawal ketat pembangunan Monumen Tugu Bahasa di Penyengat.
Kepala Dinas PUPP Kepri Rodi Yantari menyatakan, pihaknya sangat berhati-hati agar proyek strategis ini berjalan maksimal dan tidak tersandung kendala hukum.
Rodi mengakui, perencanaan yang tidak komprehensif serta anggaran terbatas yang memaksa lingkup pekerjaan besar menjadi kelemahan proyek masa lalu.
“Sekarang kami memiliki waktu perencanaan dan perhitungan yang panjang,” ujar Rodi, kemarin.
Ia menjelaskan, proyek ini merupakan pekerjaan tahun jamak dengan total nilai mencapai Rp101 miliar.
Untuk menjamin akuntabilitas, PUPP Kepri menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) guna meninjau Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
“Saat ini kami sudah menunjuk konsultan manajemen konstruksi untuk finalisasi dokumen lelang,” tegasnya.
Selain pendampingan BPKP, kesepakatan bersama DPRD Provinsi Kepri juga memperkuat kepastian anggaran proyek ini.
Langkah ini bertujuan, menjamin keberlanjutan pembiayaan hingga akhir tahun 2027 mendatang tanpa ada kendala di tengah jalan.
“Perencanaan yang komprehensif dan anggarannya sudah kuat. Kami optimis pengerjaan akan berjalan maksimal dan akuntabel,” pungkas Rodi. (sih)





