TANJUNGPINANG (HAKA) – Rencana pinjaman Pemprov Kepri, senilai ratusan miliar rupiah memicu polemik di lingkungan legislatif.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa nilai utang tersebut membengkak jauh dari kesepakatan awal dengan anggota dewan.
“Awalnya pemerintah mengajukan Rp250 miliar, tapi saya melihat kabar di media-media melonjak jadi Rp400 miliar,” beber Anggota DPRD Kepri, Ismiyati kepada hariankepri.com, kemarin.
Ia menegaskan, bahwa institusi dewan hanya memberikan persetujuan untuk besaran pinjaman senilai Rp250 miliar.
“Sebetulnya kami hanya menyetujui angka Rp250 miliar,” terangnya menanggapi isu tersebut.
Ismiyati memastikan, bahwa Badan Anggaran (Banggar) belum pernah membawa rumor kenaikan angka pinjaman itu, ke meja pembahasan resmi.
“Kami belum membahas kembali kenaikan angka tersebut bersama Badan Anggaran,” tegas politikus PKS ini.
Secara pribadi maupun secara kolektif, mayoritas anggota dewan keberatan dengan pengajuan proyek tersebut.
“Mayoritas anggota dewan memang tidak menyetujui pinjaman tersebut,” ungkap Ismiyati. (sih).





