TANJUNGPINANG (HAKA) – Pendidikan berkualitas, sering kali menjadi barang mewah yang hanya kalangan berduit saja yang sanggup mengaksesnya.
Namun Flink Course mematahkan paradigma tersebut, melalui prinsip mengutamakan proses belajar daripada sekadar mencari keuntungan semata.
Chief Marketing Officer Flink Course, Nanda Kristia Santoso membangun lembaga ini, karena keresahan hatinya sejak tahun dua ribu dua belas.
Nanda ingin memastikan, setiap anak memiliki peluang sama, untuk mendapatkan pendidikan tambahan yang layak bagi masa depan mereka.
Lembaga ini hadir di Tanjungpinang sejak 2014, dan kini mengelola lima unit operasional dengan empat ratus murid.
“Prinsip kami adalah pendidikan bukan hanya untuk orang berduit karena kami menjalankan sistem subsidi silang,” ujar Nanda kepada hariankepri.com, kemarin.
Siswa Flink Course sangat beragam, mulai dari anak pejabat daerah, akademisi, hingga anak jalanan serta yatim piatu dalam satu atap.
Siswa yang mampu membayar penuh, memberikan subsidi bagi rekan mereka yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, atau kurang mampu.
“Kami tidak ingin biaya menghambat anak yang punya kemauan belajar tinggi maka orang tua membayar sesuai kemampuan serta kejujuran,” tegas Nanda.
Flink Course menggunakan metode belajar sesuai kebutuhan, dan hanya mengisi satu kelas dengan maksimal sepuluh siswa agar fokus terjaga.
Pengelola memisahkan kelas berdasarkan asal sekolah, karena setiap sekolah memiliki kurikulum serta kecepatan belajar yang berbeda satu sama lain.
Lembaga ini menerapkan sistem satu harga, untuk kelas dua belas yang mencakup persiapan ujian sekolah, hingga tes kedinasan tanpa biaya tambahan.
“Murid bebas meminta jam tambahan kapan pun jika merasa tertinggal materi sekolah, asalkan mereka tidak memintanya secara mendadak,” imbuh Nanda.
Flink Course juga membuka program keahlian seperti Bahasa Mandarin, Jepang, Inggris komputer hingga persiapan CPNS yang fokus pada praktik selama empat bulan.
Sisi humanis lembaga ini menyentuh pemberdayaan ekonomi lokal dengan memilih lokasi perumahan guna menghidupkan pelaku UMKM di wilayah sekitar.
Bahkan mahasiswa yatim piatu mengelola parkir Flink untuk membiayai kuliah mereka sendiri melalui hasil parkir serta bantuan lembaga.
“Guru hebat karena pengalaman dan di Flink kami bicara tentang kemanusiaan sebab undang-undang menjamin hak pendidikan setiap warga,” ungkapnya..
Orang tua dapat mengunjungi Flink Course Tanjungpinang di Batu sembilan atau menghubungi nomor WhatsApp serta akun Instagram resmi mereka. (sih)





