TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala Dinas ESDM Kepri, Darwin, mengatakan, rasio elektrifikasi Kepri mencapai 99,45 persen.
“Namun, warga pulau terluar baru menikmati listrik 14 jam sehari,” ucapnya.
Darwin terus mendorong program Kepri Terang untuk meningkatkan layanan listrik. Ia menargetkan seluruh pulau terluar segera menikmati listrik 24 jam penuh.
“Kami mencapai angka 99,45 persen. Tapi kami harus meningkatkan jam nyala dari 14 jam ke 24 jam,” ujar Darwin, Jumat (1/5/2026).
Pada 2020, Kepri mengelola 73 subsistem listrik. Saat itu, hanya 30 wilayah yang bisa menikmati aliran listrik selama 24 jam penuh.
Memasuki 2026, jumlah subsistem melonjak jadi 114 unit. Sebanyak 51 subsistem kini sudah menyala nonstop selama 24 jam setiap harinya.
“Kami sudah menaikkan jam nyala di Kundur, Lingga, dan Anambas. Warga kini menikmati listrik minimal 14 jam dari sebelumnya 9 jam,” ucapnya.
Kini, tidak ada lagi wilayah di Kepri yang hanya mendapat listrik 9 jam. Pemerintah telah menghapus sistem durasi pendek tersebut tahun ini.
Darwin menyebut, wilayah Lingga dan Karimun masih mendominasi layanan 14 jam. Kedua daerah ini memerlukan perhatian khusus untuk peningkatan durasi listrik.
Ia menyebut biaya operasional genset dan harga BBM menjadi kendala. Tingginya beban subsidi negara juga menghambat penambahan jam operasional secara instan.
“Biaya operasional genset sangat mahal. Maka, Pemerintah Pusat mendorong kami beralih menggunakan energi bersih seperti PLTS,” tutupnya. (sih)





