TANJUNGPINANG (HAKA) – Bisnis kopi di Kepulauan Riau tak lagi berjalan dengan satu pola. Di Batam, kecepatan menjadi senjata menghadapi pekerja industri dan korporasi.
Di Tanjunguban, kedai kopi menjadi ruang singgah bagi pekerja sif malam. Sementara di Tanjungpinang, kafe membidik ASN, mahasiswa, hingga Generasi Z dengan konsep dan pengalaman yang berbeda.
Ny Kartini Kopitiam, Kopi Tengah Kota, Kobar Vol.2, dan ASA Coffee and Space membaca karakter konsumennya dengan cara masing-masing.
Ada yang mengandalkan dapur serbacepat, ada yang menjaga keakraban komunitas, ada yang mengikuti siklus gajian ASN, dan ada pula yang menjadikan estetika serta pertunjukan musik sebagai magnet pelanggan.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, siapa yang paling jeli membaca perubahan gaya hidup akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan. Baca selengkapnya DI SINI.
Penulis : Arsih Zul Adha






