TANJUNGPINANG (HAKA) – Sejumlah SPBU di Tanjungpinang mencatat penurunan angka penjualan BBM jenis Pertalite sejak awal tahun 2026.
“Penurunan ini terjadi pada kendaraan roda dua dan roda empat, meksipun kendaraan roda empat menunjukkan tren paling drastis,” ucap Pengawas SPBU Km 7, Yogi.
Ia mengonfirmasi bahwa angka penjualan Pertalite merosot tajam daripada periode sebelumnya.
“Daya beli masyarakat yang melemah kemungkinan besar memengaruhi angka penjualan yang biasanya mencapai 15 ton sehari,” ungkapnya.
Pengawas SPBU Km 8, Aziz, turut melaporkan kondisi serupa terkait penurunan volume penjualan Pertalite di lokasinya.
“Penjualan harian yang biasanya menyentuh 18 ton, kini hanya berkisar pada angka 14 hingga 15 ton saja,” jelas Aziz.
Penurunan permintaan ini paling nyata terlihat pada barisan kendaraan roda empat yang mengisi bahan bakar setiap harinya.
Aziz menyebut antrean kendaraan pada sore hari kini hanya mencapai setengah dari kondisi padat yang biasanya terjadi.
“Masyarakat mulai berhemat sejak Januari 2026. Mereka lebih memilih kendaraan irit atau mengurangi penggunaan mobil pribadi,” pungkasnya. (dan)





