TANJUNGPINANG (HAKA) – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri, pada triwulan IV 2025 menunjukkan tren positif dengan mencapai angka 7,89 persen.
Capaian tersebut mencatat angka jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada posisi 5,39 persen.
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan data tersebut saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Dompak, beberapa waktu lalu.
“Hampir seluruh kabupaten dan kota di Kepri mencatat pertumbuhan ekonomi di atas angka nasional,” ujar Tito Karnavian.
Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah menilai kondisi inflasi di wilayah Provinsi Kepri masih terkendali dengan sangat baik.
Kepri mencatat angka inflasi sebesar 3,54 persen, sementara Indeks Perkembangan Harga (IPH) berada di angka 0,7 persen.
Komoditas emas perhiasan dan tarif angkutan udara menjadi penyumbang utama andil inflasi di wilayah Kepulauan Riau.
Hingga 6 Maret 2026, realisasi pendapatan daerah Provinsi Kepri sudah cukup baik yakni mencapai 16,97 persen.
Namun, Mendagri mendorong pemerintah daerah agar terus mengoptimalkan realisasi belanja daerah yang baru mencapai 4,45 persen.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyatakan capaian positif ini merupakan hasil kerja keras bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
“Kebijakan yang kita jalankan bersama mulai memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian daerah,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen terus memperkuat sinergi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga bahan pokok di masyarakat. (sih)





