BATAM (HAKA) – Sekda Provinsi Kepri, Misni, mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Kepri Triwulan I-2026 mencapai 7,04 persen secara year-on-year.
Capaian ini menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan peringkat kelima secara nasional.
“Akselerasi pertumbuhan ekonomi kita adalah yang tercepat,” ujar Misni saat membuka rapat di Aula Bank Indonesia, Batam, Kamis (7/5/2026).
Namun, Misni memberikan catatan serius terkait inflasi. Pada April 2026, inflasi tahunan Kepri tercatat 3,06 persen, di atas rata-rata nasional.
Karakteristik Kepri yang didominasi 98 persen lautan menjadi tantangan besar. Rantai pasok logistik sangat rentan terhadap kondisi cuaca.
“Sektor transportasi menyumbang inflasi utama sebesar 2,44 persen. Mulai dari tarif angkutan udara, angkutan laut, hingga harga bensin,” jelas Misni.
Mobilitas masyarakat yang melonjak tajam memicu tingginya tarif transportasi. Tercatat ada 1,1 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-Maret 2026.
“Kota Batam mencatat inflasi tertinggi yakni 3,26 persen,” sebutnya.
Sementara itu, Kabupaten Karimun justru mengalami deflasi bulanan sebesar minus 0,25 persen.
Pemprov Kepri melalui TPID terus memperkuat Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan untuk menjaga stabilitas harga ikan dan pangan olahan.
“Pemerintah juga menggesa percepatan digitalisasi daerah untuk meningkatkan efisiensi ekonomi di wilayah kepulauan kita,” pungkas Misni. (sih)





