BATAM (HAKA) – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebut, pertumbuhan ekonomi dan investasi semakin memperkuat posisi Batam di tingkat nasional dan internasional.
Amsakar menyampaikan hal itu, saat bertemu RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Sagulung, Sabtu (3/10/2026) malam.
Amsakar mengaku, bahwa realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 mencapai sekitar Rp40 triliun.
“Angka-angka makro ekonomi kita hari ini menunjukkan geliat yang membanggakan,” kata Amsakar.
Pertumbuhan ekonomi Batam pada Semester I 2026 juga mencapai 7,28 persen, meningkat dari 6,76 persen sepanjang 2025.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut menunjukkan kepercayaan dunia usaha, terhadap Batam sebagai kawasan investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi.
“Perhatian investor juga mulai menyasar sektor teknologi dan infrastruktur digital di Batam,” ujarnya.
Salah satunya rencana Nvidia DSX AI Factory. Proyek tersebut proyeksinya berkapasitas 360 megawatt dan target beroperasi pada kuartal I 2027.
“Batam sekarang sudah tidak lagi hanya di level nasional, tetapi sudah menjadi perhatian dunia internasional,” ujarnya.
Selain teknologi, Amsakar menyoroti penguatan konektivitas Batam melalui perkembangan sektor kepelabuhanan.
Berdasarkan catatan UN Trade and Development (UNCTAD), Batam berada di peringkat 6 dari 10 pelabuhan, dengan pertumbuhan PLSCI tertinggi dunia pada kuartal II 2026.
“Investasi tumbuh, ekonomi tumbuh, konektivitas semakin kuat, dan perhatian dunia terhadap Batam semakin besar,” katanya.
Namun, Amsakar mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi dan investasi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Manfaat itu mencakup pembukaan lapangan kerja, perkembangan usaha masyarakat, peningkatan pelayanan publik, dan pembangunan infrastruktur.
Amsakar juga mengajak RT, RW, LPM, serta tokoh masyarakat menjaga suasana Batam tetap kondusif.
“Batam ini milik kita bersama. Pemerintah bekerja, masyarakat juga ikut bergerak,” tutupnya. (fik)




