BATAM (HAKA) – Pemko Batam menaikkan target pendapatan daerah, dalam Rancangan Perubahan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2026.
Langkah itu mengikuti proyeksi pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 6,4 hingga 7,4 persen.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan usulan tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batam, Senin (3/8/2026).
Pemko Batam menaikkan target pendapatan daerah, dari Rp4,18 triliun menjadi Rp4,25 triliun atau bertambah sekitar 1,7 persen.
Amsakar mengatakan, perubahan APBD merupakan bentuk adaptasi pemerintah terhadap dinamika ekonomi.
“Kami ingin program pembangunan tetap tepat sasaran,” tegasnya.
Amsakar mengatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi Batam melampaui target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4 persen.
Ia menilai investasi, pembangunan infrastruktur, industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, dan pariwisata menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi.
“Pemko Batam juga menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD), sebesar 4,82 persen menjadi Rp2,706 triliun,” ungkapnya.
Pemerintah mengandalkan tambahan PAD dari objek pajak baru, penataan reklame videotron, penerimaan BPHTB, dan opsen pajak kendaraan.
Dari sisi belanja, Pemko Batam mengusulkan kenaikan anggaran dari Rp4,29 triliun menjadi Rp4,51 triliun atau naik 4,84 persen.
Pemko memprioritaskan tambahan anggaran untuk sekolah, bus sekolah, layanan kesehatan, dan penanganan banjir.
“Kami memprioritaskan alokasi anggaran untuk pembangunan sarana sekolah, pengadaan bus sekolah, peningkatan layanan kesehatan, dan penanganan banjir,” kata Amsakar.
Pemko juga mengalokasikan anggaran untuk penerangan jalan umum, pengelolaan sampah, dan pembenahan marka jalan.
Amsakar menambahkan pemerintah akan menjaga inflasi pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Pemko Batam mengusung tema Transformasi Ekonomi Berbasis Inovasi dan Investasi, untuk memperkuat daya saing daerah. (sha)






