TANJUNGPINANG (HAKA) — Kepala DP3AP2KB Provinsi Kepri, Burhanuddin menyatakan, tetap menjalankan program pelatihan mandiri untuk perempuan kepala keluarga.
​”Meski ada efisiensi anggaran, program ini tetap kita jalankan,” ujar Burhanuddin kepada hariankepri.com, kemarin.
​Burhanuddin mengakui, kemampuan keuangan atau pagu anggaran OPD nya saat ini sedang mengalami pemangkasan yang cukup lumayan.
​”Target utama kita saat ini adalah bagaimana membekali mereka terlebih dahulu agar bisa mandiri secara ekonomi untuk menafkahi keluarga,” terangnya.
​Kondisi tersebut memaksa pihak dinas menyusun skala prioritas program kerja, agar asas kemanfaatannya menyentuh langsung ke masyarakat bawah.
​”Harapan kami ke depan, bantuan modal usaha ini bisa di-backup oleh Dinas Koperasi dan UMKM, atau melalui dana CSR,” harapnya.
Menurutnya, ​pihak dinas memfasilitasi kelompok perempuan kepala keluarga tersebut, melalui kelas tata boga hingga keterampilan menjahit agar mereka memiliki keahlian siap kerja.
​Tim dinas juga menjalankan monitoring dan evaluasi lapangan pasca-pelatihan, guna memastikan mereka mempraktikkan ilmu itu untuk membuka ruang usaha baru.
​”Kalau soal pos bantuan modal usaha belum ada, karena faktor keterbatasan anggaran APBD Kepri saat ini,” pungkasnya. (sih)





