TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala SMP Negeri 17 Tanjungpinang, Dewi Untari, meminta publik, mengonfirmasi langsung informasi penghentian distribusi Makanan Bergizi (MBG) kepada Babinsa Batu 9.
“Konfirmasi ke Babinsa saja bang, soalnya kami tidak bisa memberi tahu,” ujarnya saat hariankepri.com menemuinya pada Selasa (10/2/2026).
Dewi menyebutkan, bahwa SPPG yang sempat berhenti, sebenarnya sudah beroperasi dan menyalurkan MBG sejak Senin (9/2/2026).
Namun, pihak sekolah menolak memberikan penjelasan lebih lanjut, mengenai alasan penghentian ataupun pengalihan distribusi tersebut kepada awak media.
Sementara itu, Kadisdik Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari mengaku, belum menerima laporan terkait penghentian distribusi MBG di sekolah tersebut.
“Secara teknis, silakan konfirmasi langsung ke Badan Gizi Nasional (BGN). Kami tidak memiliki wewenang menjawab itu,” ucap Teguh.
Ia menyarankan publik menanyakan langsung pertanyaan terkait penghentian MBG kepada pihak sekolah atau BGN, sebagai penanggung jawab teknis operasional dapur.
“Tanya ke kepala sekolah karena mereka lebih tahu kondisi di lapangan. Jika kepala sekolah tidak menjawab, silakan ke BGN selaku pihak yang paham alasan dapur berhenti,” tambahnya.
Di sisi lain, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Tanjungpinang, Retno, membantah isu yang menyebut, pihaknya menghentikan distribusi MBG untuk siswa.
Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun pihak yang menyetop penyaluran makanan bergizi tersebut ke lingkungan sekolah.
“Kami tidak menghentikan program ini. Kami hanya melakukan pemerataan Program Makan Bergizi melalui pengalihan ke SPPG lain,” jelas Retno.
Menurutnya, SPPG baru bahkan sudah menyalurkan MBG sejak Senin kemarin, sehingga distribusi makanan tetap berjalan normal seperti sedia kala. (dan)





