Beranda Daerah Bintan

Dugaan Korupsi Proyek Rp 2,2 Miliar yang Diselidiki Kejaksaan Ternyata di Kijang

0
Seorang pengendara motor sedang melintas di jalan semenisasi di Perumahan Tokojo, Rabu (10/11/2019) sore-f/masrun-hariankepri.com

BINTAN (HAKA) – Penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bintan, tengah melakukan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi, pada pengerjaan proyek pembangunan fisik tahun 2018, di wilayah Kabupaten Bintan.

“Proyek fisik yang diselidiki oleh Kejaksaan Bintan itu, adalah proyek pembangunan semenisasi jalan di Perumahan Tokojo, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur,” tegas Kajari Bintan, Sigit Prabowo saat dikonfirmasi, Senin (9/12/2019) lalu.

Anggaran pembangunan semenisasi jalan senilai Rp 2,2 miliar di perumahan tersebut, melekat di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bintan.

“Pengerjaannya diduga tidak sesuai bestek dan penggunaan anggaran pada dokumen perencanaan dan dokumen pelaksanaan,” terang Sigit.

Diberitakan sebelumnya, dalam kasus ini, pihaknya telah memeriksa 6 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bintan, ditambah 2 orang dari konsultan proyek.

Selanjutnya, jaksa menunggu keterangan ahli konstruksi dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), untuk melakukan penelitian terhadap proyek itu di lapangan.

“Pemeriksaan/penegecekan dari LPJK Kepri dijadwalkan minggu kedua bulan Desember 2019 ini,” imbuh Sigit.

Keterangan yang dihimpun oleh hariankepri.com dari beberapa warga Perumahan Tokojo, Rabu (11/12/2019) sore, membenarkan proyek fisik semenisasi jalan tersebut.

Dana proyek itu berasal dari anggaran pemerintah. Namun, total anggaran dan perusahaan kontraktor pelaksanannya tidak diketahui secara pasti.

Diketahui, semenisasi jalan perumahan itu dari blok A hingga blok L, yang terdiri dari RT 1 hingga RT 6, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan.(rul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here