BINTAN (HAKA) – Ketua DPRD Bintan Fiven Sumanti, mengingatkan seluruh perangkat desa agar bekerja profesional.
“Mereka harus transparan dalam mengelola anggaran kegiatan desa,” ucapnya kepada hariankepri.com, kemarin.
Fiven meminta para pemegang anggaran selalu berhati-hati. ia menyampaikan pesan ini merespons penyelidikan dugaan penyelewengan anggaran Desa Bintan Buyu.
“Polisi saat ini sedang mendalami kasus tersebut,” ucapnya.
Ia berharap desa-desa lain tidak melakukan pelanggaran serupa. Kejadian di Desa Bintan Buyu harus menjadi pelajaran bagi semua.
“Secara teknis, DPRD Bintan hanya mengawasi penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD. Pengawasan langsung ada pada instansi terkait,” bebernya.
Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Bintan Iptu Fikri Rahmadi, mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki kasus, dugaan korupsi di Bintan Buyu mencapai Rp1,8 miliar.
“Kami telah memeriksa belasan perangkat Desa Bintan Buyu, dan terus mengumpulkan bukti kuat terkait penyalahgunaan keuangan desa tersebut,” tegasnya.
Menurutnya, penyidik segera memperluas pemeriksaan ke tingkat dinas terkait. Langkah ini bertujuan memperkuat alat bukti tindak pidana korupsi tersebut.
“Kami menggandeng BPK Provinsi Kepri untuk menghitung kerugian negara,” tegasnya.(rul)





