27 C
Tanjung Pinang
Selasa, Desember 9, 2025
spot_img

Duel Panas Musda Golkar Kepri: Senior Batam Melawan Dinasti Bintan

PARTAI Golkar Kepulauan Riau (Kepri) sedang berada di titik didih politik. Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kepri 2025 menjadi arena duel panas.

Jelas, ini bukan sekadar pergantian ketua, tetapi pertarungan dua kutub kekuatan. Di satu sisi ada Roby Kurniawan, Bupati Bintan. Sementara di sisi lain, Rizki Faisal, politisi senior yang kuat di Batam.

Lalu, siapa yang akan mengendalikan mesin Beringin di provinsi kepulauan ini?

Sosok Roby Kurniawan memiliki akar kekuatan politik yang mumpuni, bahkan sejarah Golkar Kepri tidak lepas dari dinasti Ansar Ahmad, yang tidak lain adalah ayah dari Roby.

Roby Kurniawan membawa modal politik paling solid. Sebab itu, dukungan Ansar sangat vital dalam kontestasi ini. Sebagai dampaknya, pengaruh kekuasaan eksekutif menjangkau seluruh DPD tingkat kabupaten/kota.

Tak hanya itu, Roby juga memegang jabatan strategis di DPP Golkar sebagai Kepala Departemen. Posisi ini memastikan Roby mendapatkan restu dari pusat.

Tim Roby akan menargetkan kemenangan aklamasi. Skenario aklamasi akan terwujud, apabila Roby berhasil mengunci suara mayoritas sebelum Musda resmi dibuka.

Suara DPD Bintan pasti aman di kantong Roby, meski masih ada suara sumbang dari internal. Namun, kepiawaian Fiven sebagai Ketua DPD yang kental dengan trah Ansar Ahmad, pasti all out untuk Roby.

Suara-suara dari daerah kepulauan Natuna, Lingga, Anambas bakal terkunci, cenderung mengikuti lobi dari politisi senior Golkar yang saat ini memegang kendali Provinsi Kepri.

Sebaliknya, di kubu Rizki Faisal muncul sebagai harapan faksi yang menginginkan perubahan. Ia adalah representasi sah dari basis Batam, kota dengan populasi dan basis ekonomi terbesar di Kepri.

Rizki menantang hegemoni politik keluarga. Pesaing Roby ini akan mengkapitalisasi isu dinasti politik. Narasi ini efektif menarik simpati internal yang lelah dengan kontrol politik satu keluarga. Meskipun bagitu, Rizki harus berjuang keras memecah loyalitas DPD tingkat dua di luar Batam. Termasuk organisasi sayap dan DPP Golkar yang punya hak suara.

Jika Rizki berhasil mengkonsolidasikan DPD Batam dan meyakinkan DPD Tanjungpinang, pertarungan akan berjalan sengit. Kemenangan Rizki akan menjadi kemenangan bagi demokrasi internal Golkar Kepri.

Di lain pihak, Roby Kurniawan memiliki peluang menang lebih tinggi. Roby unggul karena pengaruh ayahnya sebagai Gubernur dan koneksi langsung ke Ketua Umum DPP. Faktor ini menempatkan Roby sebagai calon safety player bagi DPP dan DPD yang tidak ingin mengambil risiko.

Hasil Musda ini akan menentukan Pilkada Gubernur Kepri 2029

Jika Roby menang, ia akan menjadi kandidat terkuat Golkar Kepri untuk masa depan. Ini berarti Golkar berhasil menciptakan super-power politik di Kepri: Ayah sebagai tokoh politik utama dan Anak sebagai Ketua DPD Provinsi.

Jika Rizki menang, Golkar Kepri akan bergerak lebih independen dari pengaruh keluarga Ansar Ahmad. Hal ini membuka ruang bagi Golkar untuk menjaring calon-calon baru di Pilkada, meredam isu dinasti di mata publik.

Duel ini bukan hanya soal kursi Ketua. Ini soal siapa yang akan mengontrol Visi Besar Golkar menuju Pemilu 2029. (redaksi)

spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru