BINTAN (HAKA) – Fenomena banjir rob terjadi di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Sabtu (6/12/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.
Fenomena alam ini, sempat mengganggu aktivitas masyarakat. Sebab, banjir rob itu menggenangi beberapa titik jalan raya di Tanjungpinang, yang merupakan akses publik.
Yakni, Jalan Yosudarso, Jalan R.E Martadinata, serta Jalan Merdeka. Akses ini berada di depan Pelabuhan Bulang Linggi, serta fasilitas umum lainnya.
Camat Bintan Utara, Helmi Setyawati membenarkan peristiwa ini. Ia menyebut, air juga menggenangi kawasan Kantor PDAM, Jalan Bakti Praja, menuju Jalan Nipa, bagian Hulu Riau Mentigi Laut.
Menurutnya, banjir rob di kawasan itu, hanya berlangsung sekitar 2 jam saja. Belum ada laporan terkait dampak banjir itu.
Sebelumnya, Sekretaris BPBD Bintan, Agus Ariyadi, mengatakan peristiwa fenomena banjir Rob ini, telah keluarkan oleh BMKG.
Yakni, peringatan resmi tentang adanya potensi banjir Rob, di wilayah Kepri, pada Selasa (4/12/2025) hingga Kamis (14/12/2025).
Ia menyebutkan, daerah yang menjadi langganan banjir Rob yakni, Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur, Gunung Kijang, Teluk Bintan, serta kawasan pesisir lainnya.
Untuk itu, Ariyadi mengimbau kepada masyarakat luas agar waspada terhadap ketinggian air laut maksimum di daerah-daerah yang rawan banjir.
“Jaga kebersihan lingkungan, dan memberikan sampah di dalam drainase,” ucap Ariyadi yang sering disapa Adi itu.
Ia juga meminta kepada nelayan agar memperhatikan cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu datang kapan dan dimana saja.
“Warga yang melaut harus update informasi prakiraan cuaca dari BMKG maupun dari instansi lainnya,” terangnya.
Adi menambahkan, bagi penduduk Bintan yang bermukim di pesisir, agar dapat mengemas barang-barang berharganya mulai saat ini. Lalu, menyimpannya di tempat aman.
“Ada banyak warga yang bermukim di tepi pantai, dan bahkan ada juga rumahnya di atas laut,” imbuhnya. (rul)





