KURSI panas Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepulauan Riau (Kepri), hingga kini masih belum memiliki nakhoda definitif.
Kondisi ini memaksa Kementerian Dalam Negeri kembali memperpanjang masa jabatan Penjabat Sekdaprov, untuk menjaga roda pemerintahan daerah.
Publik mulai bertanya-tanya, mengenai alasan utama di balik lambatnya proses penetapan pejabat eselon satu yang sangat strategis ini.
Pemerintah provinsi sebenarnya sudah mengantongi tiga nama kandidat terbaik, hasil seleksi terbuka yang berlangsung sejak akhir tahun lalu.
Ketiga calon tersebut antara lain Venni Meitaria Detiawati, Muhammad Darwin, dan Misni yang semuanya merupakan pejabat senior di lingkungan pemprov.
Secara administratif, para kandidat tersebut telah memenuhi standar kriteria kualifikasi kepangkatan, dan rekam jejak yang tercantum dalam aturan.
Namun, proses verifikasi di tingkat pusat melalui tim penilai tampaknya membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dari perkiraan.
Muncul spekulasi, apakah ketiga nama tersebut benar-benar belum mampu memenuhi ekspektasi tinggi Gubernur, dalam menerjemahkan visi pembangunan Kepri ke depan?.
Jabatan Sekdaprov bukan sekadar posisi administratif, melainkan jangkar birokrasi yang harus memiliki kelenturan politik dan kecakapan teknis yang mumpuni.
Kemungkinan lain adalah adanya dinamika selera kepala daerah, yang menginginkan sosok dengan ritme kerja yang benar-benar se-frekuensi dan loyal.
Selain itu, kendala teknis dalam koordinasi antarlembaga di Jakarta, seringkali menjadi faktor penghambat yang jarang muncul ke permukaan publik.
Meskipun penjabat memiliki kewenangan, legalitas pejabat definitif jauh lebih kuat untuk mengambil kebijakan strategis terkait anggaran dan mutasi pegawai.
Ketidakpastian ini berisiko mengganggu psikologi kerja para Aparatur Sipil Negara yang menunggu kepastian pemimpin tertinggi birokrasi di kantor mereka.
Masyarakat Kepri sangat mengharapkan transparansi dari pemerintah daerah, mengenai progres nyata dari hasil seleksi yang sudah berjalan cukup lama.
Harapannya, perpanjangan jabatan ini menjadi yang terakhir agar pemerintahan Kepulauan Riau dapat segera berlari kencang dengan nakhoda birokrasi yang baru.
Taufik A Habu
Pemimpin Redaksi





