TANJUNGPINANG (HAKA) – Aliran air hujan dari lahan sekitar, merobohkan tembok salah satu sisi bangunan PT Panca Rasa Pratama atau PT Prendjak Tanjungpinang.
Regional Sales Promotion Manager PT Prendjak Tanjungpinang, Mustardi menjelaskan, peristiwa yang terjadi pada Minggu (28/12/2025) sekira pukul 12.30 WIB itu akibat perbedaan ketinggian lahan.
“Tumbang karena tidak sanggup menahan dorongan air hujan yang mengalir dari lahan sebelah,” ujarnya, kepada hariankepri.com, Senin (29/12/2025).
Padahal, kata dia, sejak beberapa puluh tahun yang lalu, perusahaan tersebut tidak pernah terkena oleh banjir.
Ia menjelaskan, ketinggian lahan sebelah yang bersempadan dulunya lebih rendah, dari lahan PT Prendjak. Tapi belakangan dibuat lebih tinggi, karena penimbunan dan tidak dibuatkan batu miring.
“Jadinya air hujan mengalir deras beserta material tanah yang tergerus air, langsung mengenai pagar kita hingga roboh,” tuturnya.
Selain itu, Mustardi menduga, melimpahnya air hujan ke dalam area perusahaan, akibat drainase yang terbilang tidak maksimal di sepanjang ruas Jalan DI Panjaitan.
Ia mengungkapkan, dahulu ada proyek pembukaan drainase Jalan DI Panjaitan oleh pemerintah yang terbilang cukup aneh.
“Proyek itu berhenti tepat di samping lahan perusahaan, padahal kami sudah memberikan izin untuk membuka drainase,” tuturnya.
Anehnya, setelah deretan ruko pertokoan sebelah perusahaan, sudah ada lagi parit atau drainase sampai ke simpang Bincen.
“Jadi tidak ada pembukaan drainase baru di depan perusahaan kami ini sampai sekarang”, katanya.
Selama ini, ia mengaku, perusahaan itu hanya mengandalkan satu saluran drainase yang sudah ada sejak lama.
“Kalau ada dua saluran pasti lebih bagus, jadi air tidak melalui aliran depan pagar kami saja, tapi bisa dari parit bahu jalan,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Mustardi berharap, pemerintah melalui Dinas PUPR Kota Tanjungpinang bisa merealisasi pembukaan drainase baru.
“Tadi ada tim dari Dinas PUPR Tanjungpinang meninjau struktur bangunan dan tanah di lokasi yang temboknya roboh,” ujarnya
Sebagai perwakilan manajemen, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang.
“Khususnya dinas PUPR yang sigap merespon dengan langsung terjun ke lokasi untuk melakukan analisa,” tukasnya. (dim)





