29.6 C
Tanjung Pinang
Selasa, April 14, 2026
spot_img

DPRD Kepri Soroti Krisis Air Bintan, Desak Evaluasi Lahan Sawit

TANJUNGPINANG (HAKA) – Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, menyoroti krisis air, dan kekeringan yang melanda wilayah Kepulauan Riau saat ini.

Wahyu menilai luas kawasan hijau di Pulau Bintan saat ini tidak seimbang dengan luas daratannya.

“Luas daratan Pulau Bintan tidak seimbang hutannya, ini kan aneh kalau kita lihat kondisinya,” ujar Wahyu kepada hariankepri.com, kemarin.

Menurutnya, Kabupaten Bintan justru lebih banyak menyisakan hutan di daerah pesisir atau wilayah pulau-pulau kecil saja.

Ia juga mengkritik pemerintah daerah, yang kurang memperhatikan penyediaan ruang terbuka hijau di kawasan-kawasan industri Bintan.

Wahyu turut menyoroti, pihak terkait yang belum maksimal melakukan reboisasi pasca-tambang.

Selain itu, ia menganggap keberadaan lahan kelapa sawit di Bintan memicu masalah karena memiliki daya serap air yang sangat tinggi.

“Sawit itu menyerap air cukup tinggi, lebih baik pemerintah melarang sawit di Bintan,” tegas politisi PKS tersebut.

Ia mendesak pemerintah, agar bersikap tegas melarang penanaman pohon sawit, terutama di lokasi yang berdekatan dengan Dam PDAM.

Wahyu mencontohkan kondisi Dam Sei Jagoh, yang saat ini kekurangan hutan rimbun di sekelilingnya untuk menjaga cadangan air tanah.

“Harusnya pengelola memagari PDAM Sei Jagoh dengan hutan rimbun minimal lima kilometer dari bibir dam,” jelasnya memberikan saran teknis.

Sebagai solusi, Wahyu mendorong pemerintah segera menanam pohon beringin, sukun, hingga bambu di area sekitar dam.

Jenis tanaman tersebut memiliki daya tahan penyimpanan air yang jauh lebih baik daripada pohon kelapa sawit.

“Beringin dan sukun menyimpan cadangan air cukup banyak untuk menjaga ketersediaan air,” kata Wahyu menambahkan.

Ia juga meminta petugas segera mengeruk lumpur di seluruh dam di Kepri agar kapasitas tampung air menjadi lebih dalam.

Baca Juga:  Komisi I DPRD Kepri Apresiasi Polda Sikat Calo Tiket

Pengerukan lumpur ini krusial agar dam dapat menampung debit air yang lebih banyak saat musim hujan tiba.

“Petugas harus mengeruk lagi lumpur di semua dam supaya bisa menampung banyak air saat hujan,” pungkasnya. (sih)

Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2025. Alumni Prodi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara FISIP UMRAH ini aktif meliput dan menulis berbagai peristiwa serta isu-isu seputar politik, hukum, dan pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Meraih Juara II Lomba Menulis Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Tanjungpinang.
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru

' '