TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menghadiri rapat paripurna penyampaian laporan akhir Pansus terhadap LKPj Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPRD Kepri, Jumat (17/4/2026).
Dalam rapat tersebut, Ketua Pansus LKPj, Teddy Jun Askara, menjelaskan, bahwa secara umum program pembangunan Provinsi Kepri sepanjang tahun 2025 mencapai kategori baik.
“Pansus membuktikan hal ini melalui sejumlah indikator makro yang positif,” sebutnya.
Salah satunya, kata Teddy, pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan IV 2025 yang berhasil menembus angka 7,89 persen.
Capaian ini menempatkan Kepri di peringkat keempat nasional. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 80,53 atau posisi tiga besar nasional.
Meski mencatat indikator positif, DPRD Kepri tetap memberikan sejumlah rekomendasi strategis, agar pemerintah daerah dapat mengevaluasi kinerja mereka ke depan.
“Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.
Pansus meminta pemerintah, memperbarui data wajib pajak kendaraan bermotor serta menggali potensi pajak alat berat.
“DPRD merekomendasikan pembentukan satuan tugas khusus untuk merumuskan terobosan peningkatan PAD agar kemampuan fiskal daerah semakin kuat,” jelasnya.
Di sektor infrastruktur, DPRD mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah, khususnya terkait konektivitas antarpulau, layanan air bersih, hingga pemenuhan energi listrik.
Pansus juga mengingatkan Pemprov Kepri agar tidak hanya mengukur efektivitas belanja daerah dari serapan anggaran semata. Namun juga, dari dampak nyata (outcome) bagi masyarakat.
“Disiplin dalam penjadwalan APBD sangat penting untuk menghindari keterlambatan proyek fisik maupun tunda bayar,” tegas Teddy.
Terkait beban anggaran pegawai, DPRD meminta pemerintah mengoptimalkan distribusi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) secara proporsional sesuai kebutuhan kinerja di lapangan.
Menanggapi rekomendasi tersebut, Gubernur Ansar Ahmad mengapresiasi dan berkomitmen menindaklanjuti masukan dari legislatif tersebut.
Ansar menegaskan bahwa pemerintah akan menjadikan setiap catatan Pansus sebagai pedoman dalam menyusun program kerja tahun mendatang agar lebih tepat sasaran.
“Terima kasih atas masukan dan saran yang membangun ini. Kami akan menjadikan ini bahan evaluasi serius untuk memperbaiki kinerja ke depan,” pungkasnya. (sih)





