TANJUNGPINANG (HAKA) – Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, melayangkan kritik tajam terhadap Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri
“Ini terkait layanan penukaran uang baru,” ucap Wahyu menjelaskan.
Wahyu menilai, sistem layanan penukaran uang baru yang diterapkan BI saat ini menyulitkan masyarakat.
Ia bahkan menyebut, fenomena antrean panjang dan keributan terjadi di hampir semua lokasi penukaran.
“Sistem online mereka sering bermasalah. Saya rasa BI belum siap meluncurkan program ini secara matang,” ujar Wahyu kepada hariankepri.com, Kamis (12/3/2026).
Politisi PKS ini juga menyoroti ketimpangan distribusi uang baru di lapangan. Menurutnya, banyak masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan akses penukaran resmi.
“Pembagian uang baru tidak merata,” tegasnya.
Wahyu mendesak pihak BI Perwakilan Kepri, segera mengevaluasi sistem layanan dan memastikan ketersediaan uang baru terdistribusi dengan adil serta mudah terakses.
Ia meminta BI tidak hanya mementingkan aspek formalitas peluncuran program, namun mengutamakan kenyamanan dan kepastian kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Kepri.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,9 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
​Deputi BI Perwakilan Kepri, Ardhie, menjelaskan bahwa jumlah itu mengalami peningkatan sebesar 38 persen, dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai Rp2,1 triliun.
​Pihak BI mendistribusikan sebagian besar dana tunai tersebut melalui lembaga perbankan di wilayah Kepulauan Riau demi menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
​BI mengapresiasi antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dalam melakukan penukaran uang baru melalui Aplikasi PINTAR di seluruh wilayah Indonesia.
​Namun, Ardhie mengakui sebagian masyarakat belum berhasil mendapatkan kuota penukaran uang baru melalui aplikasi tersebut saat ini.
​”Kami akan terus mengevaluasi pelaksanaan layanan ini agar penukaran uang berjalan semakin baik ke depannya,” tegas Ardhie. (fik)





