BINTAN (HAKA) – Ketua Komisi II DPRD Bintan, Suprapto mengatakan, dirinya telah mengawal serta memperjuangkan kegiatan pengaspalan Jalan Utama Berdikari II, Kampung Kangboi, Desa Toapaya, di musrenbang Kabupaten Bintan, beberapa waktu lalu.
Bahkan menurut Suprapto, Pemkab Bintan telah memprioritaskan program pengaspalan jalan utama warga Kampung Kangboi tersebut sekitar Rp2 miliar, dengan panjang 2,5 Kilometer (Km).
“Karena musrenbang Kecamatan Toapaya yang menjadi usulan utamanya adalah Jalan Berdikari II itu. Anggarannya yang coba disiapkan Rp2 miliar,” jelasnya, saat dihubungi hariankepri.com, kemarin.
Namun, kata putra daerah asal Desa Toapaya itu, Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bintan, belum bisa merealisasikan usulan warga itu.
“Karena kondisi keuangan APBD Bintan tahun 2025 ini kena efisiensi. Sehingga, tidak cukup untuk membagi kegiatan-kegiatan atas usulan musrenbang desa dan kelurahan se-Kabupaten Bintan,” terangnya.
Selain itu, kata Suprapto, dirinya dari Fraksi Partai Golkar Bintan juga meminta kepada pihak Dinas Perkim Bintan agar tetap masukan program pengaspalan Jalan Berdikari II itu. Ia berkomitmen tetap memperjuangkan usulan warga itu.
“Judul program pengaspalan itu sudah masuk, tapi anggarannya tidak tersedia dan belum bisa pastikan terealisasi tahun ini,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua RT 04, Desa Toapaya Utara, Sukardi mengatakan, Jalan Berdikari II di Kampung Kangboi itu, tak kunjung diaspal oleh pemerintah selama puluhan tahun.
“Akses jalan utama itu, sangat penting bagi warga Kampung Kangboi, terutama untuk anak-anak sekolah, dan mobilisasi warga untuk berkebun dan bertani,” terangnya.
Sukardi menerangkan, warga telah mengusulkan pengaspalan jalan kampung itu setiap musrenbang tingkat Desa Toapaya Utara.
Bahkan, usulan mereka menjadi prioritas. Namun hasilnya, usulan warga itu kerap hilang alias tidak ada di musrenbang Kabupaten Bintan.
“Warga sudah mati-matian mengusulkan jalan aspal, tapi tidak terealisasi. Karena kita, gak ada kuku atau orang yang perjuangan di Kabupaten Bintan,” pungkasnya. (rul)





