NATUNA (HAKA) – Pemerintah Kabupaten Natuna, terus mematangkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Kecamatan Bunguran Timur.
Kabid Pengelolaan Sampah DLH Natuna, Poller Sirait menyebut, pemilahan sampah wajib mulai dari rumah.
“Ke depan, DLH akan mengupayakan penyediaan tong sampah terpisah sesuai jenisnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa penempatan tong sampah tersebut nantinya sesuai dengan kesepakatan bersama warga.
“Minimal untuk sampah organik dan anorganik,” terangnya kepada wartawan, kemarin.
Poller menambahkan, pemerintah kini fokus mengoptimalkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sebayar dengan metode sanitary landfill.
“Metode ini akan menggantikan sistem open dumping atau pembuangan terbuka,” jelasnya.
Menurutnya, perubahan sistem ini membuat pengelolaan sampah menjadi lebih ramah lingkungan dan sehat.
“Kami juga terus menghimbau masyarakat agar menerapkan prinsip 3R,” tambah Poller.
Selain itu, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Pasar Lama kini telah berganti dengan tiga unit kontainer.
“Tahun ini rencananya penambahan dua unit kontainer untuk menampung sampah rumah tangga,” katanya.
Untuk itu ia memintaasyarakat membuang sampah langsung ke dalam, bukan di luar kontainer demi kebersihan.
“Ini sembari menunggu pembangunan TPS baru di kawasan Tegul Laksamana,” tutupnya. (ars)





