TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas KP2KH Kepri, menginisiasi program penanganan limbah makanan (food waste) pada sektor perhotelan dan restoran.
Kepala DKP2KH Kepri, Rika Azmi, fokus menyelamatkan makanan layak konsumsi yang berpotensi terbuang, seperti sisa acara atau menu prasmanan.
“Kami menginisiasi kerja sama dengan Baznas dan lembaga non-pemerintah untuk mengelola makanan prasmanan yang masih layak,” ujar Rika, Senin (4/5/2026).
Pihak ketiga akan menyalurkan makanan tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Sedangkan dinas, berperan sebagai inisiator sementara mitra swasta melakukan eksekusi lapangan,” imbuhnya.
Rika mengakui, kendala kode etik industri hotel selama ini melarang sisa makanan keluar secara sembarangan dari area internal hotel.
“Kami mendorong pemanfaatan kembali makanan yang masih layak olah atau mendekati masa kedaluwarsa namun kondisinya tetap bagus,” tambahnya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menangani limbah sisa makanan yang memang sudah benar-benar tidak layak bagi konsumsi manusia.
Langkah ini bertujuan menekan angka buangan makanan di Kepri, sekaligus menjadi solusi sosial bagi warga yang kurang mampu.
“Arah kebijakan kami adalah memanfaatkan bahan baku secara maksimal agar tidak ada makanan terbuang sia-sia,” pungkas Rika kepada hariankepri.com. (sih)





