DEPOK (HAKA) – Pemprov Kepri menorehkan prestasi nasional, lewat penerimaan Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026.
Gubernur Ansar Ahmad, menerima langsung penghargaan tersebut di Gedung Garuda Pusdiklat Kemendikdasmen, Kota Depok, kemarin.
Ansar menyampaikan, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen Kepri menjaga dan melestarikan bahasa daerah.
Ia mendedikasikan kehormatan dan penghargaan ini, untuk seluruh masyarakat Kepri usai menerima apresiasi tersebut.
Ansar menegaskan, Bahasa Indonesia memiliki keterkaitan erat dengan budaya Melayu di Kepri, salah satunya melalui mahakarya Gurindam Dua Belas.
Menurutnya, semua pihak harus merevitalisasi bahasa daerah, mulai tingkat pemerintahan hingga subsistem terkecil demi menjaga identitas bangsa.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menekankan pentingnya menjaga kelestarian bahasa daerah pada era teknologi.
Ia berharap, pelestarian bahasa daerah bermula sejak dini melalui lingkungan keluarga maupun pendidikan dasar.
Wamen mendesak langkah pelestarian ini agar bahasa daerah tidak luntur oleh peradaban modern.
Atip memberikan selamat, kepada para kepala daerah penerima penghargaan atas langkah penting melestarikan bahasa daerah. (sih)





