TANJUNGPINANG (HAKA) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus berjalan.
Hingga 29 September 2025, realisasi penerima manfaat telah mencapai 52,23 persen atau 333.282 orang dari total sasaran 638.047 orang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi, menyebut Batam menjadi daerah dengan jumlah penerima manfaat terbanyak.
Yakni 376.294 orang. Selanjutnya, Karimun sebanyak 74.590 orang, dan Tanjungpinang 65.063 orang.
“Tantangan terbesar ada di wilayah pulau-pulau kecil dengan 51.540 penerima. Distribusi tidak mudah,” ujarnya.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, pemerintah tengah menyiapkan konsep dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) khusus pulau kecil.
“Agar layanan lebih merata,” sebutnya.
Sebelumnya, Wagub Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan komitmen pemprov mempercepat pembangunan SPPG.
“Saat ini Kepri baru memiliki 127 unit SPPG dari target 253 unit,” kata Nyanyang.
Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan program tidak hanya mengejar target jumlah, tetapi juga kualitas.
“SPPG harus menyajikan makanan sesuai standar gizi yang ditetapkan,” tegasnya.
Menurut Nyanyang, program MBG bukan sekadar memberi makanan gratis, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan.
“Anak-anak Kepri harus tumbuh sehat dengan asupan gizi yang cukup,” ujarnya.(kar)





