TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Pariwisata Kepri tidak mengalokasikan subsidi untuk menekan harga tiket feri internasional.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menilai, pemerintah tidak memiliki kemampuan anggaran, untuk menanggung subsidi tersebut.
“Kalau intervensi dengan memberikan subsidi, pemerintah tidak mampu mensubsidi itu,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Hasan mengatakan, operator kapal menaikkan tarif karena harga BBM meningkat, sementara sebagian armada mengisi bahan bakar di Singapura.
Ia menilai APBD maupun APBN, belum memiliki ruang fiskal untuk membiayai subsidi tiket secara rutin.
“Orang-orang dari Singapura atau Malaysia membawa kurs dolar yang jauh lebih tinggi, jadi bagi mereka masih lebih murah,” katanya.
Hasan memperkirakan kenaikan tarif lebih berdampak pada masyarakat lokal yang bepergian ke luar negeri.
Karena itu, Dispar Kepri memilih meningkatkan pelayanan dan kemudahan lintas batas untuk menjaga daya tarik pariwisata.
“Walaupun harga tiket naik, wisatawan akan tetap merasa terkesan jika pelayanannya baik,” pungkasnya. (sih)






