TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri meniadakan program seragam gratis untuk siswa SMA/SMK tahun ini.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kepri Siti Hidayati Rochmah menjelaskan, bahwa penurunan nilai APBD yang cukup signifikan di tahun anggaran 2026 memicu keputusan ini.
Ia menjelaskan, bahwa kondisi keuangan terbatas memaksa pihaknya memprioritaskan program-program yang jauh lebih mendesak.
“Kalau anak tidak pakai seragam baru kan masih bisa sekolah. Orang tua juga bisa mencicil seragam di sekolah dengan sistem DP,” ujarnya kepada hariankepri.com, kemarin.
Tetapi, jika pemerintah menghentikan bantuan transportasi laut, anak-anak di pulau tidak akan bisa berangkat ke sekolah.
Siti menekankan, fokus utama pemerintah saat ini adalah, memastikan anak-anak di pelosok Kepri bisa mengenyam pendidikan.
Oleh karena itu, pemerintah mengalihkan anggaran semula untuk seragam ke biaya personel yang langsung menyentuh siswa.
Salah satu prioritas tersebut adalah bantuan transportasi laut bagi siswa SMA/SMK di wilayah pelosok Natuna, Anambas, Lingga, dan Bintan.
“Siswa di wilayah pelosok tersebut harus menyeberang laut setiap hari menuju sekolah,” ujarnya.
Selain transportasi, pemerintah juga memprioritaskan anggaran sertifikasi keahlian siswa SMK agar lulusan di Kepri memiliki lisensi resmi dunia industri.
Hal inilah yang menjadi kunci tingginya angka serapan kerja lulusan SMK di wilayah Kepulauan Riau selama ini.
“Yang penting anak-anak bisa benar-benar sekolah dulu,” tukasnya.(sih)





