26.9 C
Tanjung Pinang
Jumat, Februari 13, 2026
spot_img

Diplomasi Medis, Saatnya Kepri Berhenti Ke Jiran

LANGKAH Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, untuk menyulap RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT), menjadi fasilitas kesehatan berkelas internasional, bukan sekadar proyek mercusuar.

Ini adalah ambisi dan kebutuhan mendesak. Menghentikan ketergantungan warga Kepri, terhadap rumah sakit negeri jiran, adalah langkah yang pas.

Keputusan menggandeng RSUP Dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, sebagai mentor melalui asistensi menyeluruh juga strategi yang cerdik.

Sebagai rumah sakit rujukan nasional, yang memiliki rekam jejak panjang spesialisasi medis dan manajemen rumah sakit, RSHS adalah mitra yang ideal.

Apalagi, asistensi ini bukan sekadar urusan dokumen, melainkan peningkatan SDM. Dokter dan tenaga medis RSUD RAT akan mendapatkan pendampingan langsung, untuk menangani kasus-kasus kompleks.

Standarisasi layanan dengan menyelaraskan protokol medis RSUD RAT, agar setara dengan standar internasional merupakan kebijakan tepat.

Sudah bukan rahasia lagi jika warga Kepulauan Riau, khususnya dari Batam dan Tanjungpinang, sering kali memilih berobat ke Singapura atau Malaysia.

Tentu saja, semangat Gubernur Ansar untuk membangun Gedung Jantung dan Otak Terpadu di RSUD RAT adalah jawaban konkret.

Jika RSUD RAT mampu memberikan layanan jantung dan onkologi yang mumpuni, kita tidak hanya menyelamatkan nyawa, tapi juga menahan devisa keluar ke negara tetangga.

Oleh karena itu, niat baik ini harus berbarengan dengan konsistensi. Menata rumah sakit berkelas internasional, bukan hanya soal gedung yang megah atau alat medis yang canggih.

Tetapi juga tentang kultur melayani, keramahan dan kecepatan respon tenaga medis, adalah kunci utama pasien merasa sembuh sebelum berobat.

Asistensi dengan RSHS harus berjalan jangka panjang, hingga RSUD RAT benar-benar mandiri secara kualitas.

Transformasi RSUD Raja Ahmad Tabib adalah pertaruhan martabat Provinsi Kepri. Jika ini berhasil, RSUD RAT tidak hanya akan menjadi kebanggaan Tanjungpinang, tapi juga menjadi magnet untuk medikal.

Baca Juga:  Penggajian PPPK BGN Langsung dari Anggaran Pusat

Mari kita kawal bersama agar semangat “Internasional” ini benar-benar terasa di ruang-ruang perawatan, bukan hanya di atas kertas nota kesepahaman. (red)

spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru