TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kepri, Mahadi Rahman mengawal persiapan penyaluran Bansos tahap dua secara bertahap mulai akhir September hingga November 2026.
Mahadi menyampaikan, untuk jadwal penyaluran di tiap kabupaten dan kota menunggu kelengkapan administrasi serta mekanisme e-katalog.
“Penyalurannya tergantung kesiapan administrasi di masing-masing kabupaten kota juga,” kata Mahadi, Senin (7/9/2026).
Mahadi menegaskan kecermatan verifikasi data penerima menjadi prioritas utama, guna menghindari kekeliruan prosedur hukum dalam pengelolaan dana daerah.
“Kita tidak bisa sembarangan membagikan kalau administrasinya belum lengkap,” terangnya.
Dinsos Kepri mencatat penyaluran bansos tahap pertama untuk wilayah Kota Tanjungpinang telah terealisasi sebanyak 500 paket.
Dinsos Kepri mengalokasikan tambahan 1.350 paket pada tahap kedua mendatang sehingga total keseluruhan Tanjungpinang mencapai 1.850 paket.
Mahadi mengakui adanya penyesuaian kuota paket bansos, akibat kebijakan efisiensi alokasi anggaran daerah tahun ini.
Kabupaten Lingga mencatatkan porsi alokasi terbesar karena berpadu dengan alokasi Pokok Pikiran DPRD, serta bantuan khusus panti asuhan.
“Karimun sudah selesai, yang belum tinggal Lingga, Bintan, dan Natuna,” tuturnya.
Dinsos Kepri juga mengucurkan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif bagi lebih dari 200 pelaku usaha kecil dengan nilai Rp2,5 juta hingga Rp5 juta.
Mahadi menambahkan, penerima manfaat bantuan modal usaha tahun ini tetap memiliki kesempatan untuk mengajukan kembali pada periode berikutnya.
“Bagi penerima bantuan usaha tahun ini, tahun depan tetap bisa mengajukan lagi,” pungkas Mahadi. (sih)




