TANJUNGPINANG (HAKA) – Ketua Tim Penggerak PKK Kepri, Dewi Kumalasari Ansar, menegaskan pentingnya peran keluarga dalam isu kesehatan anak.
“Keluarga menjadi pondasi utama untuk mencegah terjadinya stunting,” ucapnya kepada wartawan, Senin (8/12/2025).
“Keluarga yang kuat pasti memberi perhatian lebih dan akan memastikan anak mendapat kasih sayang serta gizi seimbang,” ujar Dewi.
Istri Gubernur Kepri Ansar Ahmad ini menjelaskan, perhatian keluarga menjamin tubuh anak tumbuh sehat.
“Ini menjadi benteng pertama agar anak terhindar dari risiko stunting,” tegasnya.
Selain peran keluarga, Dewi juga memuji kerja keras seluruh stakeholder, atas kolaborasi lintas sektor yang membuat Kepri meraih prestasi di tingkat nasional.
“Kepri menempati posisi tiga terendah angka stunting se-Indonesia, dan kita harus pertahankan prestasi ini,” ucapnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Rohima, turut mendukung pernyataan tersebut. Pihaknya mengapresiasi kinerja pemerintah daerah dan para kader Posyandu.
Rohima memaparkan sejumlah program BKKBN untuk mendukung ketahanan keluarga. Program tersebut meliputi Taman Asuh Sayang Anak hingga Gerakan Ayah Teladan.
“Semua ini demi menciptakan keluarga sebagai pondasi menuju Generasi Emas 2045,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Moh Bisri, mengingatkan pentingnya deteksi dini.
“Masyarakat harus paham bahaya stunting sejak masa remaja,” imbuhnya.
Bisri meminta calon pengantin melakukan vaksinasi pranikah. Selain itu, ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali.
“Kita bisa mencegah stunting sedari dini dengan pola hidup sehat dan penguatan fungsi keluarga,” pungkasnya. (dim)




