28.2 C
Tanjung Pinang
Rabu, Mei 13, 2026
spot_img

Desa Dendun Krisis Air Bersih, Warga Rela Antre 24 Jam

​​BINTAN (HAKA) – Ribuan warga di Desa Dendun, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, mulai kesulitan mengakses air bersih yang layak konsumsi.

​Kepala Desa (Kades) Dendun, Eva Riana menyampaikan, bahwa musim kemarau yang melanda wilayah tersebut selalu mengubah air sumur menjadi asin.

​”Kalau musim kemarau, kami agak susah air karena air sumur berubah rasa menjadi asin,” ujar Eva kepada hariankepri.com, Jumat (24/4/2026).

​Eva menjelaskan, saat ini 1.162 jiwa penduduk Desa Dendun hanya mengandalkan air dari 8 sumur yang tersedia. Namun, air di 3 sumur di antaranya kini terasa asin.

​Kandungan besi yang cukup tinggi pada tanah di lokasi sumur bor juga memperparah kondisi ini, sehingga satu-satunya sumur bor tersebut tidak berfungsi maksimal.

​”Jadi warga hanya mengandalkan sumur yang masih menghasilkan air bagus,” jelasnya.

​Imbasnya, warga harus mengantre selama 24 jam secara bergantian untuk mendapatkan air demi kebutuhan minum, mandi, dan cuci.

​”Warga harus mengantre karena mereka juga menggunakan sumur berair bagus untuk mandi dan cuci,” tuturnya.

​Untuk memenuhi kebutuhan air minum, sebagian warga membeli air galon seharga Rp8.000 hingga Rp10.000 per galon.

Sementara itu, warga lainnya tetap memakai air sumur dengan menyaringnya secara tradisional.

​”Ada warga yang membeli galon, ada yang tetap mengambil air di sumur. Meski air mengandung besi,” tambahnya.

​Mengenai bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Eva mengaku kendala transportasi menghambat masuknya bantuan air bersih ke wilayahnya.

​Posisi Desa Dendun yang berada di tengah laut dan terpisah dari daratan utama kecamatan menyulitkan mobilisasi bantuan air bersih melalui mobil tangki.

​”Mobilisasi ke wilayah pesisir kami sangat sulit dan jauh,” pungkasnya. (sih)

Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2025. Alumni Prodi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara FISIP UMRAH ini aktif meliput dan menulis berbagai peristiwa serta isu-isu seputar politik, hukum, dan pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Meraih Juara II Lomba Menulis Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Tanjungpinang.
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru

' '