TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemerintah Provinsi Kepri, merespon cepat rencana penghentian operasional maskapai Garuda Indonesia, di Bandara RHF Tanjungpinang.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, akan menjalin koordinasi intensif dengan manajemen pusat maskapai tersebut.
Nyanyang mengaku telah menerima informasi awal dari General Manager Garuda Indonesia terkait evaluasi rute penerbangan itu.
Ia menegaskan, kehadiran Garuda di Tanjungpinang merupakan simbol harga diri sekaligus kebanggaan ibu kota provinsi.
“Kami terus mengupayakan agar Garuda tetap bertahan melayani rute penerbangan di ibu kota,” tuturnya.
Nyanyang juga menyoroti kebiasaan banyak pegawai Pemprov Kepri, yang justru berangkat dinas melalui Bandara Batam.
Pemerintah akan menerbitkan surat imbauan, agar seluruh ASN wajib menggunakan Garuda dari Tanjungpinang saat dinas.
Langkah ini bertujuan, menjaga stabilitas keterisian kursi serta memberikan jaminan komersial bagi pihak maskapai.
Nyanyang menepis anggapan bahwa, rencana penutupan rute mencerminkan iklim investasi daerah yang sedang lesu.
Ia justru menawarkan pengembangan kawasan industri di Pulau Poto sebagai nilai tawar strategis kepada Garuda.
“Saat ini, proyek pembangunan kawasan industri petrokimia di Pulau Poto menunjukkan kemajuan yang sangat positif,” terangnya.
Pemerintah juga terus mempercepat proses perizinan AMDAL dan koordinasi intensif antar kementerian terkait proyek tersebut.
“Potensi pasar di Tanjungpinang dan Bintan terus membesar. Ini menjadi masukan penting bagi Direktur Garuda,” pungkasnya. (dim)





