BATAM (HAKA) – Pemkab Bintan mendorong percepatan pemerataan akses listrik bagi masyarakat, terutama di wilayah perdesaan yang layanan listriknya masih terbatas.
Pemkab Bintan menyinkronkan usulan lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) bersama PT PLN (Persero) dan Dirjen Kelistrikan Kementerian ESDM.
Sinkronisasi berlangsung di Kantor PLN Batam, Selasa (29/9/2026), untuk menyesuaikan data kebutuhan listrik di sejumlah wilayah Bintan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Ronny Kartika mengatakan, Pemkab Bintan telah merangkum beberapa wilayah sebagai bahan usulan.
Wilayah tersebut terbagi menjadi kawasan yang belum teraliri listrik, dan kawasan yang menerima listrik secara berkala, belum 24 jam.
“Kami berharap semua usulan dan upaya ini bisa bersama kita realisasikan di lapangan,” ungkap Ronny.
Ia menegaskan, Pemkab Bintan siap mendukung pemutakhiran data lokasi yang membutuhkan akses listrik melalui fasilitasi lahan, perizinan, serta koordinasi.
Koordinasi itu melibatkan perangkat daerah dan pemerintah desa untuk memastikan kebutuhan listrik sesuai kondisi masing-masing wilayah.
“Kita siap berkolaborasi bersama Pemerintah Pusat dan PLN,” tambah Ronny.
Validasi data menjadi bagian penting agar usulan listrik desa sesuai kondisi lapangan dan tidak terjadi tumpang tindih pembangunan.
Sementara itu, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Eri Nurcahyanto menjelaskan, PLN dapat menyediakan listrik melalui beberapa skema sesuai kondisi wilayah.
Untuk daerah yang dekat dengan jaringan PLN, perluasan listrik dapat menggunakan pembangunan jaringan distribusi.(rul)




