PERUMDA Tirta Kepri, belum bisa memenuhi lonjakan permintaan sambungan air bersih warga Pulau Bintan. Daftar tunggu calon pelanggan kini menembus ribuan orang.
Masyarakat mengantre hingga enam tahun lamanya, demi mendapatkan aliran air. Manajemen lambat mengantisipasi pertumbuhan penduduk dan kebutuhan vital ini.
Cakupan layanan air bersih belum mencapai seratus persen sepenuhnya. Banyak warga Tanjungpinang dan Bintan masih kesulitan menikmati air bersih.
Proyek Waduk Kawal justru mangkrak di tengah krisis air yang mencekik. Pemerintah membiarkan infrastruktur penting ini terbengkalai tanpa solusi nyata.
Ketiadaan pipa induk dan tekanan air yang lemah menghambat pemasangan baru. Kondisi teknis ini merugikan calon pelanggan yang sudah membayar.
Kapasitas produksi air bersih Perumda Tirta Kepri sangat terbatas. Perusahaan takut mengorbankan pasokan untuk pelanggan lama demi mengejar target baru.
Dua waduk andalan saat ini tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan harian. Krisis ini menuntut pembangunan sumber air baku yang baru.
Pulau Bintan mengalami defisit air bersih dalam jumlah yang sangat besar. Perusahaan membutuhkan tambahan pasokan ribuan liter air setiap detiknya.
Warga terpaksa membeli air tangki atau mengandalkan bantuan sumur umum. Kehidupan harian mereka sangat bergantung pada curah hujan yang turun.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau harus segera menyelesaikan proyek waduk mangkrak. Hak rakyat atas air bersih memerlukan tindakan nyata sekarang juga.
Untuk lebih detail, baca tulisan lengkapnya DI SINI.
Penulis: Taufik





