27.8 C
Tanjung Pinang
Jumat, Juli 17, 2026
spot_img

Defisit Air Bersih Hantui Pulau Bintan

PERUMDA Tirta Kepri, belum bisa memenuhi lonjakan permintaan sambungan air bersih warga Pulau Bintan. Daftar tunggu calon pelanggan kini menembus ribuan orang.

​Masyarakat mengantre hingga enam tahun lamanya, demi mendapatkan aliran air. Manajemen lambat mengantisipasi pertumbuhan penduduk dan kebutuhan vital ini.

​Cakupan layanan air bersih belum mencapai seratus persen sepenuhnya. Banyak warga Tanjungpinang dan Bintan masih kesulitan menikmati air bersih.

​Proyek Waduk Kawal justru mangkrak di tengah krisis air yang mencekik. Pemerintah membiarkan infrastruktur penting ini terbengkalai tanpa solusi nyata.

​Ketiadaan pipa induk dan tekanan air yang lemah menghambat pemasangan baru. Kondisi teknis ini merugikan calon pelanggan yang sudah membayar.

​Kapasitas produksi air bersih Perumda Tirta Kepri sangat terbatas. Perusahaan takut mengorbankan pasokan untuk pelanggan lama demi mengejar target baru.

​Dua waduk andalan saat ini tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan harian. Krisis ini menuntut pembangunan sumber air baku yang baru.

​Pulau Bintan mengalami defisit air bersih dalam jumlah yang sangat besar. Perusahaan membutuhkan tambahan pasokan ribuan liter air setiap detiknya.

​Warga terpaksa membeli air tangki atau mengandalkan bantuan sumur umum. Kehidupan harian mereka sangat bergantung pada curah hujan yang turun.

​Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau harus segera menyelesaikan proyek waduk mangkrak. Hak rakyat atas air bersih memerlukan tindakan nyata sekarang juga.

Untuk lebih detail, baca tulisan lengkapnya DI SINI.

Penulis: Taufik

Baca Juga:  Pemprov Kepri Siapkan 10 Hektare di Dompak untuk SR
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru