TANJUNGPINANG (HAKA) – Musim kemarau dan panas ekstrem beberapa pekan terakhir, memicu penyusutan debit air baku di empat waduk kelolaan Perumda (PDAM, red) Tirta Kepri.
​Lembaga ini mengelola Waduk Sungai Pulai, Waduk Sei Gesek, Waduk Kijang, serta Waduk Sei Jago untuk memasok kebutuhan Pulau Bintan.
​”Tren debit air waduk di Pulau Bintan memang hampir semuanya mengalami penurunan,” ujar Kasubag Produksi PDAM Tirta Kepri Abdur Razak.
​Ia mmenjelaskan, adangan air baku saat ini masih tergolong aman jika pembandingnya kondisi kemarau kering awal tahun lalu.
​Tiga waduk masih beroperasi penuh, tetapi penurunan muka air, memaksa manajemen memberlakukan jadwal giliran distribusi untuk pelanggan Waduk Sei Jago.
​”Pendistribusian ke pelanggan sudah mulai memakai jadwal,” kata Razak.
​Petugas juga rutin membersihkan jalur resapan demi mengoptimalkan tangkapan air hujan dan mencegah dampak kemarau berkepanjangan.
​”Jika kondisi debit air nantinya benar-benar masuk level darurat, kemungkinan kami terpaksa menurunkan kapasitas produksi,” tukasnya. (sih)




